Armadillo Accounting

Software Akuntansi Dagang dan Simpan Pinjam
untuk Koperasi dan UMKM dikembangkan oleh :


Radian Multi Prima

Radian Multi Prima, CV
Pandanwangi Royalpark F-55
Malang - Jawa Timur - Indonesia

Marketing :
(0341) 2992180
Faximile :
(0341) 2996869
Customer Support :
(0341) 2996236 / 0889 9290 5902
E-Mail :
marketing@radiansystem.com
Mobile (SMS) :
0821 3909 1992 0857 0808 2299


Jika ingin mengetahui lebih dekat tentang product kami,
Berikut Daftar Reseller dimana Anda dapat memilih lokasi yang dekat dengan Anda.
Atau anda dapat langsung mengirim pesan kepada kami


Klik di sini untuk kembali ke halaman awal.

Armadillo Accounting






 

 

Mengenal Lebih Jauh Istilah IFRS

Posted: 28.11.2011

Upaya untuk memperkuat arsitektur keuangan global dan mencari solusi jangka panjang terhadap kurangnya transparansi informasi keuangan, membuat International Accounting Standard Boards - IASB melakukan percepatan harmonisasi standar Akuntansi internasional khususnya International Financial Reporting Standards – IFRS yang dibuat oleh IASB dan Financial Accounting Standard Boards (Badan Pembuat Standar Akuntansi di Amerika Serikat).

 

 

Lalu kenapa Indonesia harus beralih ke IFRS (International Financial Reporting Standard)? Apa sebenarnya yang dimaksud dengan IFRS? Selama ini, dunia mengenal beberapa standar akuntansi. Amerika Serikat, misalnya, yang skala perekonomiannya terbesar di dunia, masih memakai US GAAP (Unites Stated General Accepted Accounting Principles), juga FASB (Financial Accounting Standard Board). Negara-negara yang tergabung di Uni Eropa, termasuk Inggris, menggunakan International Accounting Standard (IAS) dan International Accounting Standard Board (IASB). Indonesia setelah berkiblat ke Belanda, belakangan menggunakan Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (PSAK) yang disusun oleh Ikatan Akuntan Indonesia (IAI). Mula-mula PSAK IAI berkiblat ke AS, dan nanti mulai 2012 beralih ke IFRS yang juga merupakan produk AS

Munculnya IFRS tak bisa lepas dari perkembangan global, terutama yang terjadi pada pasar modal. perkembangan teknologi informasi (TI) di lingkungan pasar yang terjadi begitu cepat dengan sendirinya berdampak pada banyak aspek di pasar modal, mulai dari model dan standar pelaporan keuangan, relativisme jarak dalam pergerakan modal, hingga ketersediaan jaringan informasi ke seluruh dunia.

Dengan kemajuan dan kecanggihan TI pasar modal jutaan atau bahkan miliaran investasi dapat dengan mudah masuk ke lantai pasar modal di seluruh penjuru dunia. Pergerakan mereka tak bisa dihalangi teritori negara. Perkembangan yang mengglobal seperti ini dengan sendirinya menuntut adanya satu standar akuntansi yang dibutuhkan baik oleh pasar modal atau lembaga yang memiliki agency problem.

Sebenarnya  Penerapan IFRS ini sudah mulai dilakukan bertahap mulai tahun 2008, dengan tahapan sbb :

2008-2010

Merupakan tahapan Adopsi dengan target adopsi seluruh IFRS ke PSAK,Persiapan Infrastruktur yang di perlukan serta Evaluasi dan kelola dampak adopsi terhadap PSAK yang berlaku.

2011        

Merupakan Tahapan Persiapan Akhir, dengan target penyelesaian infrastruktur yang di perlukan dan Penerapan bertahan beberapa PSAK berbasis IFRS.

2012          

Merupakan Tahan Implementasi, dengan target Penerapan PSAK berbasis IFRS secara bertahap dan Evaluasi dampak penerapan IFRS secara Komprehensif.

Sehingga pada 1 Januari 2012 , Indonesia sudah mengadopsi penuh IFRS, di harapkan dengan ini daya saing dalam laporan keuangan Indonesia akan lebih baik sehingga bisa memberikan laporan keuangan yang berkualitas pada pasar International, yang nantinya akan semakin menigkatkan investasi dari pasar global untuk Indonesia

Walaupun hingga saat ini IFRS belum menjadi one global accounting standard. Namun standar ini telah digunakan oleh lebih dari 150-an negara, termasuk Jepang, China, Kanada dan 27 negara Uni Eropa. Sedikitnya, 85 dari negara-negara tersebut telah mewajibkan laporan keuangan mereka menggunakan IFRS untuk semua perusahaan domestik atau perusahaan yang tercatat (listed).

Apalagi indonesia sebagai Negara Anggota G20, yang pada Pertemuan G20 di London, 2 April 2009 menghasilkan kesepakatan untuk Strengthening Financial Supervision and Regulation à “to call on the accounting standard setters to work urgently with supervisors and regulators to improve standards on valuation and provisioning and achieve a single set of high-quality global accounting standards.”

Namun, saat ini masih diwajib penerapannya untuk entitas dengan akuntabilitas publik seperti: Emiten, perusahaan publik, perbankan, asuransi, dan BUMN, khususnya bagi Perusahaan yang sudah go international atau yang memiliki partner dari Uni Eropa, Australia, Russia dan beberapa negara di Timur Tengah memang tidak ada pilihan lain selain menerapkan IFRS.

So..Penerapan IFRS sebenarnya bukan hanya mengubah angka-angka dan alur yang ada sekarang, namun juga Pola pikir kita sebagai user, dengan IFRS maka Laporan Keuangan Kita bisa di baca secara global, kapanpun, siapapun  dan di manapun, karena ini juga akan menjadi tolak ukur kinerja dan kemampuan perusahaan dan element yang ada di dalamnya, bagi perusahaan yang benar-benar mampu maka akan mendapat kesempatan untuk bisa lebih growing, terbukti perusahaan yang sudah menerapkan IFRS mereka mengalami kemajuan yang signifikan khusus ketika mereka ingin go international.

Walaupun ini bukan proses yang singkat, namun memulainya dari sekarang sangatlah penting, terbukti Negara penghasil IFRS ini pun tidak lepas dari sejarah yang panjang dan berliku tetang seni pencatatan, yang akhirnya menhasilkan IFRS ini, Indonesia pun tak lepas dari itu semua.

Bagi Koperasi mungkin harus puas dulu dengan SAK ETAP  yang pada 2010 sudah mulai di terapkan, efektif nya baru tahun 2011. Namun semua juga membutuhkan proses yang panjang, karena dalam SAK ETAP juga sudah di tetapkan, jika entitas yang ada belum memenuhi syarat untuk menggunakan SAK ETAP, maka masih bisa menggunakan PSAK non-ETAP (SAK ETAP bab 29).

Semoga artikel ini bermanfaat… Go International? Why not?

                                                                                                                                                                    Armadilloaccounting.com

Chat via Yahoo Messenger